Presiden Prabowo Subianto memulai pidatonya dengan salam dan sapaan kepada hadirin, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Muti serta jajaran kementerian. Beliau menyampaikan pantun apresiasi untuk guru dan mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 2025. Ia juga menyatakan terima kasih atas undangan dalam acara peringatan Puncak Hari Guru Nasional.
Presiden menyampaikan keprihatinan atas bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta tindakan cepat pemerintah dalam mengirimkan bantuan. Beliau menekankan pentingnya kesadaran akan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, mengajak para guru untuk menanamkan nilai-nilai menjaga lingkungan dalam kurikulum.
Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa kualitas pendidikan menentukan kebangkitan suatu bangsa. Ia menyatakan bahwa anggaran pendidikan di Indonesia adalah yang terbesar dalam APBN, melebihi 20%, dan meminta agar anggaran tersebut diawasi dengan ketat agar benar-benar sampai ke guru, siswa, dan sekolah, serta tidak diselewengkan atau dikorupsi.
Presiden menjelaskan bahwa baru 16.000 sekolah yang berhasil diperbaiki tahun ini, namun bertekad untuk melipatgandakannya menjadi minimal 60.000 sekolah tahun depan. Ia juga membahas program digitalisasi pembelajaran dengan pengiriman layar interaktif ke semua sekolah di Indonesia, yang diharapkan selesai pada akhir Desember atau awal Januari, serta rencana penyiaran pelajaran dari guru-guru terbaik.
Presiden menegaskan bahwa guru adalah tonggak penting pembangunan bangsa. Ia mengakui pentingnya kedisiplinan dan ketegasan guru, bahkan menceritakan pengalaman pribadinya sebagai murid yang 'nakal'. Prabowo juga mencontohkan kasus siswa yang kurang ajar dan mendukung keputusan pemberhentian siswa oleh kepala sekolah, menekankan pentingnya adab dan sopan santun.
Menanggapi aspirasi dari Menteri Pendidikan terkait sertifikasi guru dan PIP untuk siswa TK, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk memperhatikan semua kepentingan, namun menekankan bahwa hal tersebut membutuhkan dana besar. Ia kembali mengingatkan tentang pentingnya memberantas korupsi agar anggaran dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk rakyat dan pendidikan.
Presiden menunjukkan video tentang anak-anak sekolah yang kesulitan menyeberang sungai, lalu mengungkapkan bahwa ia telah membentuk satuan tugas khusus darurat untuk membangun 300.000 jembatan di pelosok. Ia meminta dukungan dari universitas, TNI, dan Polri untuk membantu pembangunan jembatan ini sebagai prioritas agar anak-anak tidak lagi mempertaruhkan nyawa untuk sekolah. Beliau juga mengajak semua pihak untuk bekerja nyata mengatasi masalah, bukan hanya berwacana.
Presiden Prabowo mengakhiri pidatonya dengan ucapan salam sejahtera, terima kasih atas perjuangan dan pengorbanan guru, serta permohonan dukungan dan doa dari seluruh rakyat untuk bersama-sama membangun bangsa dan, yang terpenting, membantu dirinya memberantas korupsi.