Summary
Highlights
Polimatik adalah seseorang dengan keahlian nyata di berbagai bidang, seperti Leonardo da Vinci atau Johnny Kim. Kesalahan terbesar yang dilakukan orang adalah berpikir bahwa menjadi polimatik berarti mempelajari sedikit tentang segala hal, alih-alih mendalami satu bidang terlebih dahulu. Polimatik memiliki keahlian nyata, sementara seorang penghobi hanya memiliki pengetahuan permukaan. Keahlian sejati melibatkan pembangunan pola di otak dan mengembangkan intuisi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ini adalah dasar yang memungkinkan seseorang untuk belajar lebih cepat di bidang berikutnya.
Setelah mendalami satu bidang, tantangan selanjutnya adalah menerapkan pengetahuan dari satu bidang ke bidang lain. Sebuah studi di 3M menemukan bahwa polymath, yang memiliki kedalaman dalam satu area inti tetapi juga bekerja di banyak kelas teknologi yang berbeda, adalah satu-satunya yang dapat menciptakan inovasi yang solid secara teknis dan sukses secara komersial. Ini karena polymath secara konsisten membandingkan pola di berbagai bidang. Untuk melakukannya, setiap kali Anda mempelajari sesuatu yang baru, temukan 2-3 contoh dari bidang yang sama sekali berbeda yang menggunakan ide yang sama, memaksa otak Anda untuk membangun koneksi.
Cara yang tampaknya berlawanan tetapi sangat efektif untuk belajar adalah dengan mencoba dan gagal sebelum diajari. Studi menunjukkan bahwa siswa yang berjuang dengan masalah sulit sebelum diajari berkinerja jauh lebih baik. Bergulat dan gagal membuat otak Anda sadar akan apa yang tidak Anda ketahui, menciptakan celah yang ingin diisi oleh otak Anda, menjadikan pembelajaran berikutnya lebih efektif. Versi lain dari ini adalah mengikuti tes tentang materi yang belum Anda pelajari, yang meningkatkan rasa ingin tahu dan membuat otak tahu apa yang harus dicari ketika konten yang sebenarnya datang.
Kesulitan yang diinginkan adalah praktik yang membuat pembelajaran lebih sulit saat latihan, tetapi meningkatkan memori jangka panjang. Tiga kesulitan yang diinginkan yang membantu polymath adalah: 1) Interleaving: mencampur keterampilan yang berbeda dalam sesi latihan yang sama. 2) Spacing: menyebarkan pembelajaran selama berhari-hari dan berminggu-minggu, yang memaksa otak untuk mengingat dalam situasi yang berbeda dan membantu transfer pengetahuan. 3) Mencoba menjawab sebelum belajar: mencoba memecahkan masalah atau menjelaskan sesuatu sebelum melihat jawaban yang benar, karena upaya ini meningkatkan pembelajaran Anda ketika Anda akhirnya melihat versi yang benar.
Untuk menjadi polymath, Anda perlu: 1) Mendalami satu bidang terlebih dahulu, membangun keahlian sejati, bukan hanya pengetahuan permukaan. 2) Menggunakan perbandingan antar bidang, segera menemukan contoh ide yang sama dari disiplin yang berbeda. 3) Merangkul perjuangan, menguji diri sendiri sebelum belajar dan bergulat dengan masalah sebelum melihat solusinya. Langkah-langkah ini sangat penting untuk membangun dasar yang kuat dan kemampuan untuk mentransfer pengetahuan di berbagai bidang.