Summary
Highlights
Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, menyempurnakan ibadah yang kurang, dan memulai ibadah yang belum pernah dilakukan sebelumnya, seperti berzikir, berdoa, atau membaca Al-Qur'an. Ini juga merupakan kesempatan untuk bertaubat dari dosa-dosa dan meninggalkan hal-hal yang dilarang.
Salah satu perbuatan yang disebut dalam Al-Qur'an dan Hadis sebagai penghancur amal adalah syirik. Banyak kaum muslimin yang masih datang atau mempercayai dukun, peramal, penyamun, atau penyihir. Nabi Muhammad ﷺ bersabda bahwa siapa pun yang datang kepada mereka dan mempercayai perkataan mereka, salatnya tidak akan diterima selama 40 hari, dan jika mempercayainya sepenuhnya, bisa sampai pada kekufuran.
Menggantungkan jimat di badan, kendaraan, atau rumah juga termasuk perbuatan syirik. Nabi Muhammad ﷺ bersabda, "Siapa yang menggantung jimat, maka dia telah berbuat kesyirikan." Selain itu, masih banyak umat Islam yang mempercayai hal-hal khurafat seperti hari sial atau keterlibatan bintang-bintang dalam peristiwa alam seperti hujan. Hal ini mencerminkan kekufuran terhadap Allah dan keimanan pada bintang-bintang.
Banyak muslim yang masih mempercayai zodiak dan ramalan nasib berdasarkan bintang, yang mencakup ramalan tentang hidup, jodoh, warna kesukaan, dan rezeki. Semua kepercayaan ini sangat berbahaya dan bertentangan dengan ajaran Islam.
Ramadan harus dijadikan momentum untuk bertaubat dan kembali kepada tauhid, yaitu mengesakan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Al-Qur'an mengajak kita untuk memahami dan mengesakan Allah. Dengan memurnikan ibadah, seseorang akan mendapatkan pahala dan balasan maksimal di surga. Semoga bermanfaat.