Summary
Highlights
Pembicara menyarankan untuk menempatkan diri di lingkungan di mana kita merasa paling tidak pintar atau mampu. Hal ini berarti kita akan menyerap dan belajar paling banyak, mengalami pertumbuhan pribadi yang signifikan, dan mengubah pola pikir dari performa menjadi pembelajaran.
Penting untuk beralih dari pola pikir kompetisi atau outcomes-focused menjadi proses-focused. Dengan begitu, kita dapat lebih fokus pada pengalaman belajar dan merasa puas dengan kemajuan, terlepas dari hasil akhir atau perbandingan dengan orang lain.
Pembicara berbagi pengalamannya saat bergabung dengan komunitas Global Leaders dari World Economic Forum, di mana ia menjadi salah satu yang termuda di antara para pemimpin dan pengusaha sukses. Meskipun merasa inferior, ia memaksa dirinya untuk beradaptasi dengan pola pikir baru dan fokus pada pembelajaran.
Pembicara menegaskan bahwa menghadapi ketakutan dan melakukan hal-hal yang tidak diyakini mampu dilakukan adalah momen paling besar untuk pertumbuhan. Selain itu, bergabung dengan komunitas yang inspiratif, di mana setiap individu memiliki semangat untuk memberi dampak, akan menularkan energi positif dan motivasi.
Di usia 20-an, seseorang berada dalam 'mode penyerapan' seperti spons. Oleh karena itu, penting untuk menjadi bagian dari komunitas atau organisasi yang mengelilingi kita dengan orang-orang yang memiliki budaya dan kepribadian yang ingin kita miliki, untuk mendukung pertumbuhan dan pembentukan diri.