Biaya Pakan dan Keuntungan panen Babi 8 ekor. Peternakan Babi Di Bali

Share

Summary

Video ini membahas secara rinci biaya yang dihabiskan untuk memelihara delapan ekor babi, meliputi biaya bibit dan pakan, serta perolehan keuntungan bersih setelah panen. Tujuan video ini adalah untuk memberikan gambaran kepada peternak pemula dan rumahan tentang potensi pendapatan dari beternak babi.

Highlights

Pengantar dan Tujuan Video
00:00:52

Video ini melanjutkan pembahasan dari video sebelumnya tentang panen babi. Kali ini, fokusnya adalah memaparkan biaya yang dihabiskan untuk memelihara delapan ekor babi dan menghitung pendapatan bersih yang diperoleh. Penonton diajak untuk berlangganan “Oki Made Channel” agar tidak ketinggalan video terbaru.

Perhitungan Biaya Pemeliharaan Awal (Bibit dan Pakan CP 551)
00:01:57

Pembahasan dimulai dengan catatan biaya. Delapan ekor babi yang dipanen berusia 40 hari saat dibeli (diasumsikan). Total usia babi saat panen adalah 160 hari sejak lahir. Biaya bibit untuk delapan ekor diasumsikan Rp8.800.000 (Rp1.100.000 per ekor). Pembelian pakan dimulai dengan CP 551 seharga Rp485.000 per sak, dengan takaran awal 150 gram per ekor, tiga kali sehari, habis dalam seminggu. Harga pakan CP 551 sempat naik menjadi Rp498.000 per sak.

Transisi ke Pakan Grower dan Biaya Tambahan
00:06:29

Setelah sekitar tiga minggu, babi memasuki masa grower. Pada tahap ini, pakan mulai dicampur, tidak lagi hanya butiran. Pakan campuran pertama dibuat sebanyak 200 kg, terdiri dari jagung, konsentrat CP 1520, dedak, premix (1kg), dan mineral merah (2kg). Biaya konsentrat CP 1520 sekitar Rp600.000. Vaksinasi kolera dilakukan pada tanggal 4 Mei dengan biaya vaksin Rp70.000. Untuk efisiensi dan kesegaran pakan, pakan selalu dibeli dan diracik dalam jumlah kecil.

Biaya Pakan Tahap Akhir dan Pengobatan
00:09:07

Suntik cacing dilakukan pada bulan Mei (usia babi dua bulan setelah masuk kandang) sebagai pengulangan untuk memaksimalkan pertumbuhan, tanpa biaya tambahan karena suntikan dilakukan sendiri. Biaya pakan terus meningkat seiring bertambahnya bobot babi. Pada tanggal 28 Mei, dibeli 400 kg pakan campuran dengan komposisi detail: jagung tepung (4 sak), CP 1520 (2 sak), dedak (2 sak), premix (2 kg), dan mineral (4 kg). Harga jagung murni saat itu mahal, mencapai Rp310.000 per sak. Harga CP 1520 juga mengalami kenaikan.

Fluktuasi Harga Pakan dan Total Biaya
00:11:39

Variasi harga pakan terus terjadi, dicatat dari berbagai toko. Pada bulan Juli, harga jagung tepung turun menjadi Rp265.000, dedak stabil, namun harga CP 1520 naik menjadi Rp625.000, dan harga mineral naik menjadi Rp8.000 per kilo. Total biaya pakan hingga panen mencapai Rp14.262.500. Jika ditambah dengan biaya bibit, total pengeluaran mencapai Rp23.062.500.

Perhitungan Pendapatan dari Panen Babi
00:14:41

Panen dilakukan pada tanggal 6 Agustus dengan harga pasar babi Rp38.000 per kilogram. Berat total babi (termasuk keranjang) adalah 928 kg. Setelah dikurangi berat keranjang (170 kg), berat bersih babi adalah 755 kg. Total pendapatan dari penjualan delapan ekor babi mencapai Rp28.690.000.

Keuntungan Bersih dan Kesimpulan
00:18:11

Dengan total pengeluaran Rp23.062.500 dan pendapatan Rp28.690.000, keuntungan bersih yang didapatkan adalah Rp5.627.500. Jika dibagi rata per ekor, keuntungan per babi adalah Rp703.437,5. Keuntungan ini didapatkan selama empat bulan atau 120 hari pemeliharaan. Video ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas bagi peternak rumahan mengenai potensi keuntungan dari beternak babi.

Recently Summarized Articles

Loading...