Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal | Dr. Hj. Ida Komalasari, M.Pd.

Share

Summary

Video ini menjelaskan tentang pentingnya pembelajaran berbasis kearifan lokal, definisinya, contoh-contoh kearifan lokal di Kalimantan Selatan, serta signifikansinya dalam melestarikan budaya dan membentuk karakter masyarakat.

Highlights

Pendahuluan dan Pentingnya Kearifan Lokal
00:00:20

Video diawali dengan pantun Banjar dan salam pembuka dari Dr. Hj. Ida Komalasari, M.Pd. Beliau memperkenalkan diri dan akan menjelaskan tentang pembelajaran berbasis kearifan lokal. Pentingnya pembelajaran ini disebabkan oleh kenyataan bahwa guru belum banyak mengintegrasikan kearifan lokal, banyak murid belum mengenalnya, dan kemajuan ilmu pengetahuan di era globalisasi melonggarkan nilai-nilai sosial karena mengabaikan kearifan lokal.

Definisi dan Karakteristik Kearifan Lokal
00:01:57

Kearifan lokal berasal dari kata 'local wisdom' yang berarti gagasan, nilai, pandangan bijaksana yang tertanam dan diikuti masyarakat. Ini mencakup potensi daerah, hasil pemikiran, dan karya manusia yang diwariskan turun-temurun sebagai ciri khas. Kearifan lokal juga diartikan sebagai gagasan atau kegiatan yang meliputi cara berinteraksi dengan manusia, lingkungan, dan sistem kepercayaan, serta menjadi pedoman masyarakat dan identitas budaya.

Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal
00:04:28

Langkah-langkah untuk menerapkan pembelajaran berbasis kearifan lokal meliputi identifikasi potensi daerah, penentuan tujuan, penentuan kriteria dan bahan kajian, serta penyusunan rencana pembelajaran.

Contoh Kearifan Lokal Kalimantan Selatan (Produk dan Budaya)
00:05:08

Berbagai contoh kearifan lokal di Kalimantan Selatan disebutkan, seperti hasil bumi (jempedak, pampakin, lahung), kreasi seni (sasirangan), seni sastra (Madihin, Belamut, Mamanda), serta tradisi (bausung, ba'japing, bagipang). Unsur budaya juga meliputi pertanian (bahuma yang bergantung musim), cara menanam padi (menaradak, menanam, mengatam dengan ranggaman), perkebunan (cempedak yang semua bagiannya bisa digunakan), makanan khas (apam bedangkak, pisang bertilanjang, lupis, kalalapun, dodol, katupat bakuah), dan kerajinan tangan (jintingan purun, enceng gondok, rotan).

Kearifan Lokal dalam Budaya Banjar (Agama, Pengetahuan, Mata Pencarian, Tata Kelakuan, Teknologi, Kesenian dan Bahasa)
00:11:11

Kearifan lokal dalam budaya Banjar mencakup: 1) Agama dan kepercayaan (upacara kehamilan seperti bertapung tawar, tian 3 bulanan; upacara kelahiran seperti mengajani anak; upacara masa anak-anak seperti baayun maulid; upacara dewasa seperti bersunat; upacara pernikahan seperti basa suluh; upacara kematian seperti tahlilan). 2) Sistem pengetahuan (pengobatan tradisional seperti garing karena kepohunan atau menyamak, pengobatan tulang). 3) Mata pencarian (bertani, maiwak, beternak, maramu, mendulang intan, menoreh getah, membuat perahu, berdagang). 4) Tata kelakuan (sikap santun dan penggunaan bahasa Banjar yang sopan). 5) Teknologi (peralatan rumah tangga, pertanian, perikanan, berburu, rumah adat Banjar). 6) Kesenian (bagandut, bepantul, bagagipang, bemadihin, belamut, bemanda, serta seni kuliner daerah seperti kalalapon Martapura, katupat bakuah Kandangan, alua Amuntai, apam Barabai, intan Martapura).

Keunikan Bahasa Banjar
00:16:53

Bahasa Banjar memiliki keunikan karena kaya akan sinonim, contohnya kata 'tagugur' memiliki lebih dari 60 sinonim. Selain itu, kaya akan makna gramatikal, di mana satu kata (misalnya 'waluh') dapat memiliki banyak makna saat bergabung dengan kata lain. Terakhir, Bahasa Banjar juga kaya akan sastra lisan dan tulisan, termasuk mantra-mantra seperti mantra penaksir, mantra bapupur, dan mantra penunduk.

Kesimpulan dan Tugas
00:21:56

Pentingnya mempelajari kearifan lokal adalah untuk melestarikannya, menggali potensi, mengembangkan budaya, membekali kepribadian yang baik, menerapkan sopan santun, dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Mahasiswa diberikan dua tugas: 1) Memberikan contoh bentuk nilai-nilai sosial etika moral yang mengabaikan kearifan lokal. 2) Memberikan contoh kearifan lokal pada tujuh unsur budaya yang telah disebutkan sebelumnya.

Recently Summarized Articles

Loading...