Summary
Highlights
Ramadan adalah momentum untuk meninggalkan pelanggaran, terutama penyalahgunaan lisan. Nabi Muhammad SAW menekankan bahwa mayoritas orang dilempar ke neraka karena lisan mereka. Ini menunjukkan betapa berbahayanya lisan jika tidak dikendalikan.
Ghibah (menggosip), memfitnah, mengadu domba, dan manipulasi data adalah dosa-dosa besar yang sering dilakukan. Sangat disayangkan jika Ramadan, yang seharusnya menjadi ajang perubahan, tidak membuat seseorang meninggalkan kebiasaan buruk ini.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Siapa yang mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir, maka dia hanya mengucapkan yang baik atau dia diam." Seorang Muslim sejati menggunakan lisannya hanya untuk hal-hal yang diwajibkan atau mubah, dan menjauhi yang haram.
Anggota tubuh manusia menghardik lisan setiap pagi, mengingatkan, "Bertakwalah kepada Allah terhadap kami. Jika kamu lurus, kami lurus. Jika kamu menyimpang, kami pun akan menyimpang." Ini menunjukkan bahwa lisan sangat mempengaruhi seluruh amalan kita.
Sabda Nabi Muhammad SAW bagi orang yang berpuasa adalah untuk tidak berkata kotor (rafats) atau bertengkar. Jika ada yang mengajak bertengkar, katakan, "Saya sedang berpuasa." Ini adalah pengingat untuk menjaga lisan secara khusus selama Ramadan.