Summary
Highlights
Setelah gagal mendapatkan bukti interaksi langsung, tim memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke polisi. Mereka menghubungi kantor polisi dan diberitahu untuk datang langsung ke polsek. Tim menunggu untuk mendapatkan bukti video yang diperlukan sebelum pergi ke kantor polisi.
Selama menunggu bukti, tim menghabiskan waktu dengan berbagai kegiatan. Mereka kemudian mendiskusikan reaksi beberapa anggota grup yang ternyata mengenali mereka dan "meng-glaze" mereka, bahkan ada yang mencoba memarahi anggota grup lain yang menyebarkan konten tersebut.
Setelah mendapatkan bukti video, tim langsung menuju ke Polda. Mereka menghabiskan waktu sekitar 2 jam di polsek untuk menjelaskan kasus, menyerahkan bukti, dan mengisi data. Pihak kepolisian berjanji akan menindaklanjuti kasus ini dengan tim siber.
Tim Nahan Berak mengakhiri vlog dengan rasa lega setelah melaporkan kasus tersebut. Mereka berharap kasus ini dapat ditindaklanjuti dan mengajak penonton untuk mengikuti media sosial mereka dan bergabung dengan komunitas Discord untuk mendukung perjuangan mereka.
Video dimulai dengan laporan dari penonton mengenai grup Telegram berisi 5000 anggota yang menyebarkan video-video pornografi anak. Tim Nahan Berak, bersama dengan 'F' dan 'Kokis' sebagai penyusup, menjelaskan bahwa grup tersebut terbagi menjadi dua: satu grup chat umum dan satu grup khusus yang link-nya dibagikan setiap sore dan dihapus tengah malam.
Tim memutuskan untuk membuat akun Telegram baru dengan persona 'Naufal' (seorang anak kecil) untuk menguji reaksi anggota grup. Tak disangka, anggota grup justru memperingatkan 'Naufal' untuk berhati-hati, menunjukkan bahwa mereka hanya 'video enjoyer' dan tidak seberani yang dikira untuk melakukan pertemuan fisik.