Summary
Highlights
Perjalanan berlanjut ke Kuil Buaya, di mana pemuda itu menghadapi iblis buaya, Kung Jing, yang ternyata adalah salah satu murid Wukong yang lama. Kung Jing yang telah dikuasai kelicikan iblis, mencoba mengelabui pemuda tersebut. Setelah pertempuran yang intens, pemuda tersebut berhasil mendapatkan peninggalan indra pendengaran Wukong.
Sun Wukong, seorang pahlawan yang menghargai kebebasan di atas segalanya, mencapai kebuddhaan tetapi segera menemukan bahwa aturan surgawi terlalu membatasi. Dia merindukan kehidupan sederhana dan memilih untuk meninggalkannya. Setelah kematiannya, jiwanya terbagi menjadi enam peninggalan yang mewakili enam indranya, tersebar di alam fana, menunggu seseorang yang ditakdirkan untuk mengumpulkannya kembali.
Pertualangan dimulai ketika seorang pemuda tanpa nama menemukan peninggalan pertama di sebuah kuil yang dihancurkan karena keserakahan. Penjaga gunung, Buris Lingi, mengungkapkan bahwa iblis Tikus telah mencuri salah satu indra Sun Wukong dan menggunakannya untuk kejahatan. Dengan keberanian pemuda tersebut, tatanan dipulihkan dan penglihatan Sun Wukong diberikan kepadanya.
Peninggalan indra hidung ditemukan di sarang sekelompok iblis laba-laba. Mereka berencana untuk menikah, tetapi pemuda tersebut mengganggu rencana mereka. Dia menghadapi pemimpin iblis laba-laba, yang obsesi dengan kecantikan dan penampilan membuat dirinya menjadi musuh berbahaya. Pemuda itu akhirnya mendapatkan peninggalan tersebut dengan bantuan sebuah cermin lama.
Pahlawan muda ini terjerat dalam intrik keluarga Raja Banteng, yang keluarganya dipermainkan oleh anak laki-laki mereka. Dengan bantuan putri Raja Banteng, Ping Ping, untuk menyelamatkan ayahnya. Akhirnya, pemuda tersebut berhasil menyatukan kembali keluarga Raja Banteng dan memperoleh peninggalan indra rasa.
Dengan lima peninggalan terkumpul, tibalah waktunya untuk menemukan peninggalan tubuh. Pemuda tersebut bertemu dengan Awan Somersault Wukong, yang membimbingnya ke Gua Tirai Air, tempat peninggalan tubuh berada. Di sana, ia menyatukan peninggalan tersebut dan memperoleh kekuatan fisik Wukong.
Dengan semua peninggalan terkumpul, pemuda itu dibawa ke dimensi di mana ia harus menghadapi pikiran dan ingatan Sun Wukong. Di sinilah ia mengetahui bahwa peninggalan keenam adalah pikiran Sun Wukong itu sendiri, yang hilang setelah kematiannya. Pemuda itu memiliki takdir untuk menjadi penerus Wukong, menyatukan semua peninggalan untuk membangkitkan Sun Wukong yang baru.
Dengan bimbingan para mantan murid Wukong, pemuda itu harus memasuki cangkang kosong Wukong, menyatukan enam peninggalan menjadi satu untuk membangkitkan Sage Agung. Ini adalah pertempuran terakhirnya, di mana ia harus menghadapi dan mengatasi kenangan dan keinginan Wukong untuk secara sah menjadi 'Raja Kera'.